Sejarah Lagu Kebangsaan ‘Indonesia Raya’

DREAMERSRADIO.COM – Bagi sebuah bangsa dan negara, salah satu identitas kebangsaan yang wajib dimiliki adalah lagu kebangsaan. Tentu saja lagu kebangsaan ini wajib dimiliki sebagai sebuah representasi dari sisi artistik dan keindahan suatu bangsa.

Menjelang peringatan hari kemerdekaan negara kita yang tercinta, kamu pasti tahu betul lagu apa yang akan paling sering diputarkan selama bulan Agustus ini. Yap, adalah lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya! Tapi, bagaimana sejarah lagu kebangsaan kita ini ya, Dreamers?

Dilansir dari berbagai sumber, lagu Indonesia Raya ini pertama kali diciptakan dan diaransemen oleh Wage Rudolf Supratman. Kemudian, lagu tersebut pun pertama kali diperdengarkan di hadapan publik saat Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Naskah dari lagu Indonesia Raya tersebut pun disebarluaskan melalui koran Sin Po pada November 1928. Di naskah tersebut, Wage Rudolf Supratman menggunakan tangga nada C dengan catatan tambahan ‘Djangan Terlaloe Tjepat’.

Setelah itu, lagu Indonesia Raya pun selalu dinyanyikan di setiap pembukaan rapat-rapat dan pertemuan partai politik dan lembaga kenegaraan lainnya. Sampai pada akhirnya, lagu tersebut dinyanyikan pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Berikutnya, Indonesia Raya pun menjadi lagu yang wajib dinyanyikan pada setiap upacara bendera.

Pada tahun 1950, lagu Indonesia Raya akhirnya direkam untuk pertama kalinya oleh seorang musisi asal Belanda bernama Jos Cleber. Dengan sedikit revisi dan restu dari Presiden Soekarno, lagu Indonesia Raya direkam dengan iringan dari Philharmonic Orchestra di sebuah studio di Bandar Lampung.

Hiduplah Indonesia Raya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s