Muluskan Wajah, Pria-pria Amerika Kesengsem Botox

Selama ini cuma wanita yang menjadi konsumen utama terapi botox–terapi untuk menghilangkan kerutan di wajah. Namun para ahli bedah plastik mengatakan bahwa ‘brotox’-–sebutan untuk para pria pengguna botox-–menunjukkan peningkatan.

Menurut data dari American Society of Plastic Surgeons, antara tahun 2000 hingga 2010 terdapat peningkatan 258 persen pada pria yang melakukan pengobatan dengan botulinum toksin tipe A.

Masih menurut data dari lembaga itu, pada 2010 lebih banyak pria yang memilih perawatan botox ketimbang operasi kosmetik jenis lain. Hal ini terlihat dari 336.834 pria yang disuntik toksin untuk merilekskan otot-otot dan mematikan syaraf demi meningkatkan penampilan mereka.

“Saya kira, stigma ini menurun pada pria,” kata Dr. Stephen B. Baker, profesor dan direktur program di Department of Plastic Surgery di Georgetown University Hospital di Washington D.C. “Hari-hari ini Anda bisa mendapatkannya di mana saja, asalkan bukan di pom bensin dan mungkin di beberapa negara bagian, malah ada di pom bensin,” sambung dia seperti dikutip situs Health Day.

Para pria menggunakan botox untuk memperhalus kerutan alis tetapi justru membuat mereka tampak seperti sedang marah, ungkap Baker dan Dr. John Sherman, profesor operasi klinis di Weill Cornell Medical College di New York.

“Yang mengganggu sebagian besar pria adalah kerutan di dahi dan kerutan di antara alis,” sambung Sherman.

Namun para dokter itu sepakat bahwa pria cenderung untuk meminta perawatan di titik tertentu untuk memperhalus detil tertentu di wajah sementara wanita lebih suka memperbarui seluruh penampilan mereka.

“Para pria hanya ingin sedikit perubahan dibandingkan wanita,” kata Sherman. “Mereka tetap ingin ada gerakan di wajah tetapi bukan kerutan dalam di dahi mereka.”

Selain itu, kata Sherman, para pria memilih menggunakan botox karena efeknya sementara, paling lama tiga atau empat bulan. “Hal menarik tentang botox adalah ia bisa hilang. Ia reversible, jadi jika Anda mengalami komplikasi, ia tidak akan selamanya. Tidak seperti operasi,” katanya.

Menurut Marcus Gogas, seorang analis investigatif senior dari Alexandria, ia melakukan perawatan botox pertama kali dua tahun lalu. Ia menemukan bahwa botox merupakan pilihan menarik karena merupakan prosedur rawat jalan dan tidak seekstrem operasi plastik yang sesungguhnya.

“Saya merasa operasi plastik itu buruk,” kata Gogas yang berusia 49 tahun ini. “Anda lihat di TV, dan mereka tidak terlihat seperti mereka yang seharusnya. Saya tidak ingin perubahan drastis,” lanjut dia.

One response

  1. Excellent post. I definitely appreciate this website. Continue the good work!

    9 Juni 2013 pukul 2:10 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s