Ayah Okto Stroke dan Sering Menangis

Benjamin Maniani, ayah Oktavianus Maniani alias Okto, tak ikut serta ke Jakarta. Ia terbaring sakit karena stroke. Ia tinggal di rumah mereka di Jayapura. Semasa sehat, Benjamin biasa sampai turun pinggir gelanggang menyaksikan Okto bermain.
Di samping kondisinya yang sudah tua, tiap kali menonton Okto dari balik kaca, Benjamin selalu menangis. “Dia menangis karena rindu sama Okto,” kata Maria Magdalena Warobay (22) istri Okto saat dibincangi Tribunnews di Hotel Kartika Chandra, Minggu kemarin.
Badan boleh mungil. Tapi kelincahan dan sepak terjangnya yang garang, usil, emosional, dan penuh determinasi menjadi ciri khas Okto. Tapi itu sama sekali tak terlihat pada diri Okto di luar lapangan. Ayah dua anak itu menjadi teladan di tengah keluarganya. Saking sayangnya, barang dua hari dapat waktu luang akan dilakukannya pulang ke Papua, menemui keluarga.
Kecintaan kepada keluarga selalu menempel pada pria kelahiran 27 Oktober 1991 silam itu. Sampai-sampai, jika berada di rumah, Okto paling tidak bisa makan sendiri. Maria memastikan, Okto akan selalu mengajak semua keluarga untuk makan bersama. Bagi Okto, cerita Maria, tak bisa dipisahkan dari keluarga.
Bahkan, ketika memutuskan pindah dari klub elite Sriwijaya FC ke klub Persiram Raja Ampat yang berkompetisi di Divisi Utama, Okto selalu berkonsultasi kepada keluarga. Transfer nilai besar ternyata tak membuatnya silau. Ia justru memilih Persiram Raja Ampat, Papua. “Ini lebih agar dekat dengan keluarga. Soal transfer enggak dipikirkan,” terang Maria.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s