SEA GAMES 2011 : Eka Terkejut Sumbang Emas Pertama Untuk Indonesia

HASRAT tim dayung Indonesia mempersembahkan medali emas pertama untuk negerinya, pupus. Namun, tim ini menyabet dua emas pada hari pertama laga dayung SEA Games (SEAG) XXVI di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, kemarin. Emas pertama SEAG dipersembahkan atlet Thailand Wichan Jaitieng dalam nomor kayak 1 (K1) putra 1.000 meter. Dua emas untuk tim ‘Negeri Gajah Putih’ lainnya diraih dari nomor K2 putra 1.000 meter atas nama Piyaphan Phaophat dan Nathaworn Waenphrom, serta dari K4 putra 1.000 m. Di lain hal, Indonesia pada laga perdana tersebut harus puas mempersembahkan dua emas di nomor kano 1 (C1) putra 1.000 m atas nama Eka Octarorianus dan C2 putra 1.000 m melalui duet Eka dan Anwar Tarra. Pada nomor C1 Eka mencatat waktu 4 menit 16 detik dan menyisihkan Win Htike (Thailand/04:21,09). Untuk perunggu menjadi milik Tran van Long (Vietnam/04:27,64). Adapun untuk C2, kayuhan Eka dan Anwar paling cepat dan menjadi yang pertama menyentuh garis finis dengan catatan waktu 04:00,44 menundukkan pesaing berat dari Win Htike dan Ye aung Soe (Myanmar) yang menorehkan waktu 04:01,01. Untuk perunggu menjadi milik Thailand lewat kayuhan Phanudet Phetmika/Thammara Phaophadee (04:08,84). Eka mengaku tidak menyangka bisa menjadi penyumbang emas pertama buat Indonesia. Sebab nomor pertama yang dipertandingkan bukanlah kano, melainkan kayak. Namun, Muchlis yang tampil di nomor ini gagal menghadang Wichan dan harus puas meraih perunggu. “Dia salah menerapkan strategi saat bertanding. Di sisi lain Muchlis mengalami masalah psikologis,” ujar pelatih dayung Indonesia Suryadi. “Dia terlihat memaksakan terus berada di depan sejak awal, dan itu menguras tenaga. Tekanan dia untuk menyumbang emas pertama buat Indonesia juga berpengaruh.” Di sisi lain, Eka, kendati mengaku terkejut, merasa puas dengan hasil yang dicapai ini. “Tentu saja saya bersyukur bisa meraih hasil seperti ini. Kesuksesan ini saya persembahkan buat bangsa dan orang tua saya,” tuturnya dengan wajah semringah. Dengan lugas pegawai negeri sipil pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau ini berharap kesuksesan yang diraihnya ini menjadi motivasi buat rekan-rekannya mencatat hasil serupa. “Mudah-mudahan berpengaruh buat teman-teman untuk meraih emas,” tambahnya. Hanya saja, kesiapan panitia pelaksana cabang ini membuat kecewa para jurnalis karena hasil pertandingan sulit diperoleh. Kalaupun ada, malah menjadi rebutan karena jumlahnya yang minim. Dari cabang atletik, Triyaningsih diharapkan meraih emas dari nomor lari 10 ribu m. Atletik mulai dilombakan hari ini. “Kami jelas berharap Triyaningsih bisa meraih emas dari nomor spesialisasinya ini,” papar manajer tim atletik Indonesia Paulus Lay. Bantu kateter Dari Palembang, Sumatra Selatan, dikabarkan, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk memberikan bantuan alat kateterisasi mini Cathlab merek GE OEC 9900 melalui Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta dengan menggandeng RS Muhammad Husin Palembang. Direktur PT BRI Tbk Randi Anto mengatakan program BRI peduli memberikan bantuan senilai Rp4 miliar ini untuk mendukung pelayanan kardiovaskular atlet dan ofisial. “Ini bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan,” ujar Randi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s