Paspampres Mengaku Lalai Terkait Tukang Kebun Nyelonong ke Acara SBY

Jakarta – Insiden lolosnya Nyoman Minta dalam acara lokasi acara yang dihadiri Presiden SBY, tidak lepas dari kelalaian jajaran Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Mencegah terulangnya kelalaian serupa, Paspampres akan melakukan evaluasi ulang terhadap sistem dan koordinasi antar tim lapangan dalam pengamanan VVIP.

“Waktu kejadian, anggota ada yang lengah. Kurang konsentrasi dengan tugasnya,” kata Komandan Paspampres, Mayjend TNI Agus Sutomo, di Wisma Negara, Jakarta, Selasa (25/10/2011).

Kelengahan terjadi pasukan pengamanan di lokasi pawai ASEAN Fair di gerbang Bali Tourism Development Center (24/10) terjadi ketika tim aerobatik TNI AU sedang menampilkan atraksi di udara. Perhatian mereka yang seharusnya untuk memantau lokasi sekitar ring 1, justru tersedot oleh atraksi yang ditampilkan enam unit pesawat latih berwarna merah menyala tersebut.

Namun bila merujuk kronologi kejadian, sebenarnya anggota Paspampres di lapangan tidak sepenuhnya lalai terhadap tugas mereka dalam mengamankan di sekitar ring 1 dari titik di mana Presiden SBY berada. Kelaian terjadi pada pasukan pengamanan wilayah setempat yang bertugas mengawasi ring 2 dan ring 3.

“Pak Nyoman berangkat dari pantai lalu ke lapangan golf, itu ring 3. Dari lapangan golf ke trotoar, itu ring 2. Lalu dia turun jalan aspal tempat panggung untuk undangan, ring 1. Kejadiannya di perbatasan antara ring 2 dan 1,” papar Agus.

Berdasar hasil pemeriksaan, Nyoman Minta tidak terbukti sebagai ancaman keamanan bagi Presiden SBY dan para tamu VVIP yang hadir di lokasi pembukaan ASEAN Fair di Nusa Dua, Bali. Rute yang dilalui pembersih pantai tersebut adalah jalurnya sehari-hari saat pulang menuju rumahnya.

“Di Bali kan sering ada acara, jadi sudah biasa kalau ada keramainan seperti itu. Dia tidak tahu kalau kemarin ada presiden hadir di situ, dia lewat seperti biasa saja,” jelas perwira tinggi Kopassus TNI AD ini.

Meski terbukti tidak ada ancaman bahaya, insiden ini tetap merupakan tamparan bagi tim pengamanan VVIP. Bahkan segera setelah insiden itu, Kapolri Timur Pradopo dan Panglima TNI Agus Suhartono yang juga hadir di lokasi langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden SBY.

Terhadap kejadian tersebut, Presiden SBY berpesan kepada Kapolri Timur Pradopo dan Panglima TNI Agus Suhartono agar mengedepankan faktor kemanusiaan dalam memproses Nyoman Minta. Tetap sopan dan tidak berlaku kasar terhadap petugas kebersihan pantai yang telah berusia lanjut tersebut.

“Sebagai Danpaspampres, saya sangat prihatin. Tapi ini pelajaran berharga, sebab seharusnya jangan sampai sedekat itu. Saya selalu tekankan pada anggota agar meningkatkan naluri intelijen dan tidak lengah per sekian detik pun, yang mereka jaga adalah Kepala Negara. Jumat akan evaluasi menyeluruh bagaiman sistem keamanan ditingkatkan kualitasnya dan intensitas koordinasinya,” sambung Agus.

sumber detikNews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s