Kasus Korupsi, Bupati Aru Divonis Bebas

Satu lagi kepala daerah terdakwa kasus korupsi diputus bebas. Bupati non aktif Kepulauan Aru, Thedy Tengko yang menjadi terdakwa dalam dugaan korupsi penggunaan dana APBD tahun 2006 senilai Rp42,5 miliar divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon Selasa, 25 Oktober 2011.

Sidang yang diketuai Ketua PN Ambon Arthur Hangewa, berlangsung di gedung olahraga Karang Panjang Ambon Maluku sejak pukul 09.30 Wit hingga 15.00 Wit, mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Dalam pertimbangannya, majelis hakim berpendapat, Thedy Tengko dinyatakan tidak terbukti bersalah, melanggar dakwaan primair pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Antikorupsi.

Vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim PN Ambon, juga membuktikan kebenaran isu, bahwa Tengko akan dibebaskan. Bahkan pendukung bupati non aktif ini telah menggelar pesta kemenangan beberapa waktu lalu.

Ketika mendengar putusan bebas tersebut ratusan pendukung Tedy Tengko berteriak meluapkan kegembiraanya. Istri dan keluarga dekat menangis terharu sambil berpelukan.

Menyikapi pututsan tersebut JPU menyatakan pikir-pikir. Sementara itu Aspidsus Kejati Maluku M.Nasir Hamzah yang di konfirmasi wartawan Senin kemarin di ruang kerjanya menyikapi isu vonis bebas menyakan akan mengajukan upaya hukum kasasi.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lucky Kubela meminta hakim menjatuhkan vonis 10 tahun penjara, denda Rp500 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp500,3 miliarsubsider
4 tahun penjara. Dalam analisa yuridisnya, jaksa menyatakan, Thedy Tengko bersama dengan mantan Kabag Keuangan Kabupaten Aru, M. Raharusun telah turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yang dilakukan secara berkelanjutan.

Berdasarkan bukti dan keterangan sejumlah saksi, pada 2006, Tengko sebagai Bupati Aru telah meminta M. Raharusun untuk meminjam dana APBD tahun anggaran 2006, yang bersumber dari Dana Rutin Bagian Keuangan Setda Kabupaten Kepulauan Aru, sebesar Rp1 M. Sebagai tindak lanjutnya, Raharusun mencairkan uang dari Bank Pembangunan Daerah Maluku Cabang Pembantu Dobo, sesuai
No Cek WD 237025 tanggal 11 Juli 2006 sebesar Rp1.605.840.000. Uang itu diserahkan kepada Tengko dan diberikan tanda terima berupa penandatanganan kuitansi penyerahan uang sebesar Rp1 M tanggal 11 Juli 2006 dan hingga kini uang tersebut tidak dikembalikan.
Padahal, keduanya tahu bila dana tersebut tidak bisa dipinjamkan untuk kepentingan pribadi, karena bertentangan dengan UU No.
1 tahun 2004, tentang Pembendaharaan Negara

Selain itu APBD juga diduga digunakan untuk
membayar biaya pengacara saat Tedy Tengko digugat sengketa Pilkada dan di transfer ke beberapa rekening.

sumber VIVAnews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s